Kurikulum 2013 sudah tiga tahun diimplementasikan. beberapa keunggulan ditinjau dari segi standar proses karena dapat membentuk peserta didik menjadi kreatif, santun, percaya diri dan bertanggungjawab yang merupakan pengembangan kompetensi sosial. Pesrta didik terlatih untuk mengembangkan rasa syukur dan kagum terhadap ciptaan Tuhan yang merupakan pengembangan kompetensi spritual. Dari kedua ranah yang dikembangkan dalam proses pembelajaran tersebut diharapkan dapat menumbuhkembangkan olah pikir dan olah zikir peserta didik, yang merupakan cikal bakal generasi emas dimasa yang akan datang.
Tidak dapat dipungkiri bahwa penerapan kurikulum 2013 mengalami hambatan, baik dari segi distribusi buku siswa dan pegangan guru yang belum merata, juga termasuk penguasaan teknik penilaian yang harus mengalami revolusi dari kurikulum sebelumnya. Hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan Kurikulum 2013 pada tingkat SMP pada tahun 2014 menunjukkan bahwa salah satu kesulitan guru dalam melaksanakan Kurikulum 2013 adalah dalam melaksanakan penilaian. Lebih dari 50% responden guru menyatakan bahwa mereka belum dapat merancang, melaksanakan, dan mengolah hasil penilaian dengan baik. Kesulitan yang utama adalah dalam merumuskan indikator, menyusun butir-butir instrumen dan melaksanakan penilaian sikap dengan berbagai macam teknik. Selain itu, banyak di antara guru yang kurang percaya diri dalam melaksanakan penilaian keterampilan. Mereka belum sepenuhnya memahami bagaimana menyusun instrumen dan rubrik penilaian keterampilan. {Sumber : Ditjen Dikdasmen}
Bagi sekolah yang belum lengkap fasilitas IT nya dipastikan banyak mengalami kendala terutama dari segi pengolahan dan pelaporan nilai peserta didik. Kesulitan yang umumnya yang dialami oleh para guru adalah dalam mengolah data penilaian dan melaporkan/menuliskan hasil penilaian dalam rapor. Kesulitan tersebut yang utama berkaitan dengan penulisan deskripsi capaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Disamping itu, sejumlah guru mengaku bahwa mereka belum percaya diri dalam mengembangkan butir-butir soal pengetahuan. Mereka kurang memahami bagaimana merumuskan indikator dan menyusun butir-butir soal untuk pengetahuan faktual, konseptual, dan procedural yang dikombinasikan dengan keterampilan berfikir tingkat rendah hingga tinggi.
Sehubungan dengan hal tersebut, kami mencoba berbagi tentang contoh deskripsi nilai pengetahuan dan sikap. Dapatkan Contoh Deskripsi Di Sini