Minggu, 27 Desember 2015

KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN KURIKULUM 2013

Post oleh : Unknown | Rilis : 07.47 | Series :
Kurikulum 2013 sudah tiga tahun diimplementasikan. beberapa keunggulan ditinjau dari segi standar proses karena dapat membentuk peserta didik menjadi kreatif, santun, percaya diri dan bertanggungjawab yang merupakan pengembangan kompetensi sosial. Pesrta didik terlatih untuk mengembangkan rasa syukur dan kagum terhadap ciptaan Tuhan yang merupakan pengembangan kompetensi spritual. Dari kedua ranah yang dikembangkan dalam proses pembelajaran tersebut diharapkan dapat menumbuhkembangkan olah pikir dan olah zikir peserta didik, yang merupakan cikal bakal generasi emas dimasa yang akan datang. 

Tidak dapat dipungkiri bahwa penerapan kurikulum 2013 mengalami hambatan, baik dari segi distribusi buku siswa dan pegangan guru yang belum merata, juga termasuk penguasaan teknik penilaian yang harus mengalami revolusi dari kurikulum sebelumnya. Hasil  monitoring  dan  evaluasi  pelaksanaan  Kurikulum  2013  pada  tingkat  SMP  pada tahun 2014  menunjukkan  bahwa  salah  satu  kesulitan  guru  dalam  melaksanakan Kurikulum 2013 adalah dalam melaksanakan penilaian. Lebih dari 50% responden guru menyatakan bahwa mereka belum dapat merancang, melaksanakan, dan mengolah hasil penilaian  dengan  baik.  Kesulitan  yang utama  adalah  dalam  merumuskan  indikator, menyusun  butir-butir  instrumen  dan  melaksanakan penilaian  sikap  dengan  berbagai macam  teknik.  Selain  itu,  banyak  di  antara  guru  yang  kurang percaya  diri  dalam melaksanakan penilaian keterampilan. Mereka belum sepenuhnya memahami bagaimana menyusun instrumen dan rubrik penilaian keterampilan. {Sumber : Ditjen Dikdasmen}

Bagi sekolah yang belum lengkap fasilitas IT nya dipastikan banyak mengalami kendala terutama dari segi pengolahan dan pelaporan nilai peserta didik. Kesulitan  yang umumnya yang dialami  oleh  para  guru  adalah  dalam  mengolah  data penilaian dan melaporkan/menuliskan  hasil penilaian  dalam  rapor.  Kesulitan  tersebut yang  utama berkaitan dengan  penulisan  deskripsi capaian  sikap,  pengetahuan,  dan keterampilan. Disamping  itu, sejumlah  guru  mengaku  bahwa mereka  belum  percaya  diri  dalam mengembangkan  butir-butir soal  pengetahuan.  Mereka kurang memahami  bagaimana merumuskan  indikator  dan  menyusun butir-butir  soal  untuk  pengetahuan faktual, konseptual,  dan  procedural  yang  dikombinasikan dengan  keterampilan  berfikir  tingkat rendah hingga tinggi. 

Sehubungan dengan hal  tersebut, kami mencoba berbagi tentang contoh deskripsi nilai pengetahuan dan sikap. Dapatkan Contoh Deskripsi Di Sini

google+

linkedin